Sunday, June 1, 2008

..I will sing..

Gue inget jaman masih aktif-aktifnya di PSM, jauh sebelum 'sense of belonging' gue memudar karena satu dan lain hal - sepertinya fakta ini kurang penting -, kita pernah vocalizing dengan melagukan,

"I will sing, I will sing a song unto The Lord.."

sampai selesai satu rangkaian, trus naik setengah, trus naik lagi setengah.. Yah itulah intinya vocalizing, bukan?

Anyway..
Tadi pagi di gereja gue tersentuh saat seorang nenek melantunkan pujian sebagai kesaksian, solo, dengan irama keroncong. Umurnya kira-kira 70an. Beliau menyanyikannya begitu manis, suaranya lembut, dan yang membuat gue terkagum-kagum, tidak ada satupun not yang meleset, dan tidak sekalipun beliau kehilangan tempo. Padahal masih pagi. Ga ada yang kurang tinggi, kurang rendah, atau dengan kata lain pitchnya terjaga bagus sampai akhir lagu. Padahal yang kita perhatikan selama ini, orang-orang tua kalau nyanyi pitchnya udah mulai kemana-mana. Si nenek ini sepertinya sedari masa mudanya udah sering nyanyi, walaupun beliau bukan penyanyi. Luar biasa bahwa Tuhan masih ngasih semua itu buat si nenek, walaupun rambutnya udah putih semua.

Dan tiba-tiba terlintas di benak gue..
"Apakah gue sampai nanti setua itu masih akan tetap bernyanyi?"

Friday, May 30, 2008

On Eagle's Wings

"And He will raise you up on eagle's wings,
Bear you on the breath of dawn,
Make you to shine like the sun,
And hold you in the palm of His hand."

Tuesday, May 27, 2008

tiga besar

Gue lagi kesel sama beberapa makhluk hidup lain yang hidup nebeng di rumah gue. Udah mah nebeng, pake bikin susah yang punya rumah. Hari ini top listnya ada 3:

1. Semut. Semut itu ada di mana-mana di setiap jengkal rumah. Nyimpen makanan di lemari, disemutin. Gelas, disemutin. Padahal cuman dipake minum air putih doang! Termos air panas, disemutin. Heran gue. Padahal airnya kan puanasss banget, teteeeep aja tuh semut-semut nyari celah buat masuk ke sana. Emang sih, semut-semutnya sebagian akan tewas mengenaskan karena kebodohan, tapi segitu hanya sebagian kecil dari semua semut-semut yang ada! Plus lagi gue jadi harus ngosongin termosnya karena banyak jenazah di dalemnya! Itu belum apa-apa. Semut-semutnya masuk dispenser! Aaarrrgghhhhh...

2. Nyamuk. Ini juga satu bikin heran. Musim hujan udah lewat lama, pasukan nyamuk malah pesta poranya baru sekarang, di saat hari panas, ga ada genangan air. Sederetan rumah di seberang rumah gue pada masuk rumah sakit karena DB. Parah..

3. Tikus. Gue ga tahu hewan pengerat simbol koruptor (maaf ya teman-temanku yang lahirnya tahun '84 di bawah shio tikus, tapi emang nyebelin banget, maksudnya tikusnya) ini muncul darimana. Nyimpen sesuatu di meja, bisa tahu-tahu ilang. Ayam goreng sepotong bisa ilang. Masa tikus makan ayam? Ckckckck... Dan yang lebih parah lagi, obat gue dua kartu ikut lenyap dibawa tikus! Mau dia apain juga sih tuh obat? Sebel aja. Udah dokternya mahal, obatnya juga mahal, malah ilang dibawa tikus. Gue jadi inget jaman tahun 2003 dulu pas berangkat ke Jerman. Kaus kakinya Berta ilang sebelah sampe detik ini.. Hahaha!

Sebeeeeeeellllll.. Huh..

Monday, May 26, 2008

to change..or not to change?





Fiona: You know, you are acting like a... a...
Shrek: Go on, say it.
Fiona: Like an ogre!
Shrek: Well, whether your parents like it or not, I am an ogre! And guess what, princess? That's not about to change.
Fiona: I've made changes for you, Shrek. Think about that.

bandingkan dengan:

Sebuah commercial suatu produk kecantikan di televisi dimana ceritanya ada reuni sekolah, dan si perempuan khawatir apakah si laki-laki masih inget sama dia. Ternyata si laki-laki ga lupa, dan si perempuan bilang, "For you, I never change."

Jadi?
Jadi?

Friday, May 23, 2008

Journey

Song titled 'Journey', sung by Angela Zhang for Mandarin series 'Dolphin Bay', probably the one and only Asian song I very like to hear more than once. I never watch the series, frankly, so I never know what kind of story it is.

For me, this song is like pouring my heart out, a regret and a pray, ask God to cure my painful feelings and to release me from my own burden.

It's a long, long journey
Till I know where I'm supposed to be
It's a long, long journey
And I don't know if I can believe
When shadows fall and block my eyes
I am lost and know that I must hide
It's a long, long journey
Till I find my way home to You

Many days I've spent
Drifting on through empty shores
Wondering what's my purpose
Wondering how to make me strong

I know I will falter, I know I will cry
I know You'll be standing by my side
It's a long, long journey
And I need to be close to You

Sometimes it feels no one understands
I don't even know why I do the things I do
When pride builds me up till I can't see my soul
Will You break down these walls and pull me through?

'Cause it's a long, long journey
Till I feel that I am worth the price
You paid for me on Calvary
Beneath those stormy skies

When satan mocks and friends turn to foes
It feels like everything is out to make me lose control
'Cause it's a long, long journey
Till I find my way home to You


Isn't He great when He understands me while no one can?; when He answers, consoles me and wipes my tears when no one can?; when He forgives me for things I don't even know why I do?; for His staying when I am left behind all alone; for He never late in helping. And for thousands things and blessings I receive.

Though it's very painful, He promises me the best things in my life, and He will standing by my side during my journey. This is how He works in building me. Praise The Lord.

God bless you.

Monday, May 19, 2008

Food and taste


During my delicious lunch with my sister and her friend at The Pacific Place yesterday, I realized the main reason why food makes people like to eat (and becomes fat) is on tastes. Not its nutrition, not also the varied color, nor the shape. The main reason is the taste. Without the taste, food will no longer become an interesting and attractive object. It’s a lie if someone says his/her main reason in consuming certain food is the rich nutrition it has. No matter how high calcium it has, high vitamins, but if the food has no taste, or at least tastes badly, you will not eat that, right?

The doubled mistakes that junk food has is on its good taste and its (very) low nutrition. On the other hand, extreme ways make healthy food also has doubled mistakes; its high nutrition and its not-too-good-taste. Why can’t each kind of those foods be light-hearted and not to be selfish and egocentric? They can meet each other in the middle. Okay, maybe it’s not as easy as it sounds.

Mind if I offer a simpler way? The junk foods to raise a little of its nutrition and to decrease some of the taste, while the healthy food to be a bit more ‘naughty’ by increasing its taste and not being always in a ‘saintly’ nutrition.

Then, I suppose they will make a brighter culinary world for all of us people, right? And a happier people, at least happier in their tongue and their digestive system.

So, back again to my point, what makes people fat is the taste the food has in it. People tend to double – some even triple – their eating portion because of the taste. Not because they are hungry; it’s the good taste that makes people hungry, not the opposite. If hungry is the reason, then the taste makes the hungry thing even doubled.

The world of culinary is turning around the taste. I think everybody can agree with that.

How can we relate the story with our life as human being? Easy. Easy in saying it. Look at the blue sentence before. Be light-hearted, not to be selfish and egocentric on each other, which mean to understand, do empathic, and no want to dominate. A brighter culinary world; a peace in our life. The taste is ‘love’ from The Great Chef Himself. More over, can we be the taste itself?

Difficult in executing.

Friday, May 16, 2008

Tertawa

Barusan gue membaca artikel online di my-newlyfound-favorite-website Kompas Community tentang sepeda motor (sebenernya ini bukan tentang sepeda motornya, sih) dan gue ketawa ngakak.

Dan entah kenapa, gue tiba2 menyadari, wah, udah lama sekali gue ga ketawa seperti ini. Gue bahkan ga inget kapan terakhir kali gue ketawa terbahak dan ngerasain sensasi menggelitik yang memacu gue untuk terus ketawa dan ga bisa berhenti. Kebayang kan, ketawa yang bener2 heboh, sampe keluar air mata, sampe sakit perut, sampe keabisan napas..

Agak ironis, mengingat sebetulnya gue adalah orang yang mudah sekali tergelitik dan ketawa. Hal lucu sekecil apapun, se-ngga penting apapun, bisa bikin gue ketawa. Ketawa itu menyenangkan, memacu semangat gue, mengajarkan gue untuk selalu bisa nemuin segi positif dari segala hal. Di masa sekolah dulu, temen-temen gue mengenal gue sebagai orang yang optimistis karena gue senang ketawa. Bukan ngetawain orang, lho. Itu sih ngga baik. Tapi kalo orang itu dengan senang mau diketawain, ya gue mau banget ngebantu. Hehe.. Ga jarang lho gue diomelin guru karena bukannya belajar, malah ketawa-ketawa. Gue malah sampe pernah jatuh dari kursi gara-gara ketawa. Hahahaha...

Di masa kuliah, temen-temen gue terutama yang seperjuangan di PSM mengenal gue karena ketawa gue. Dulu Ivan pernah bilang, ketawa gue menular. Kalo gue udah ketawa geli, hampir semua yang ada di sekeliling gue ikut-ikut ketawa, walau ga tahu apa yang gue ketawain. Dan dia bilang, gue kalo ketawa ada nadanya. Halahhhhh... Ekstrim bener.. Kalo gue lagi ngumpul-ngumpul di dalem sekre dan ketawa, dan pada saat itu ada yang baru dateng, pasti bilang, "Lo ya Jo, ketawa lo tuh kenceng banget.. Kedengeran sampe parkiran depan! Langsung ketahuan ada lo.." Halahhhhh... Ekstrim :D

Secara di PSM kayaknya ga ada orang yang ketawanya ga heboh. Dimanapun kita berkumpul, orang-orang lain sekitar kita pasti keganggu banget. Serasa ruangan milik sendiri. Hehehe...

Di lingkungan tempat kerja gue dulu, di atas, semuanya hobi banget ketawa. Ada satu temen namanya Tyas, dia kompornya. Orangnya lucu banget, tukang ngebanyol, dan dia ga ngapa-ngapain pun kita bisa ketawa. Hehe, sebenernya mungkin gue doang sih. Dan semuanya di atas punya suara ketawa yang gede-gede, dan kadang orang-orang di bawah sampe nanya ada apa sih di atas.

Di kantor bawah, HOAHHHH... Gue cuman ketawa-ketawa di luar kantor sama temen-temen M******* Seperjuangan Team. Tapi itupun seru, walau jumlah kita sedikit banget. Bisa ketawa-ketawa gara-gara salah tempat parkir, nyasar, ga perlu lagi disebut kalo lagi hangout.

Intinya?
Gue kangen ketawa. Gue kangen sampe terbahak-bahak sampe puas.